10 Trik Jitu Menata Toko Kelontong yang Menguntungkan

4. Menempatkan produk ramah anak di eye level anak-anak

Kita tahu bahwa anak-anak dapat ikut serta dalam proses periklanan. Kebanyakan orang tua memilih untuk meninggalkan anak-anak mereka di rumah saat mereka berbelanja karena anak-anak cenderung mengambil sesuatu yang menarik bagi mereka dan meminta orang tua mereka untuk membelinya. Ternyata, sebagian besar anak-anak berhasil meminta orang tua mereka untuk membeli produk yang mereka inginkan. Kita sebagai pengusaha toko kelontong tahu ini, karena itulah produk, terutama produk yang sesuai untuk anak-anak, misalnya produk makanan, mainan bahkan makanan dengan paket gratis mainan atau gambar kartun berwarna-warni, ditempatkan di rak minimarket, dimana anak-anak dapat mengaksesnya. Produk yang tidak menarik anak-anak/murah bisa ditempatkan di bagian atas rak minimarket, di mana orang dewasa lebih mungkin melihatnya.

[BACA JUGA : MENDONGKRAK PENJUALAN TOKO MINIMARKET DENGAN PERMEN!]

5. Menawarkan promo atau diskon pada produk yang slow moving

Konsumen selalu berusaha mengeluarkan uang sekecil mungkin. Terkadang produk akan dihargai dengan harga murah sehingga konsumen lebih tertarik meski kualitas produknya paling buruk. Bahkan produk termurah dan paling tidak berguna entah bagaimana berhasil berakhir di keranjang belanja. Ketika kita perlu mengalokasikan tempat untuk produk baru, maka kita harus dengan cepat menurunkan harga beberapa merk untuk membersihkan ruang rak minimarket. Strategi ini menarik bagi pembeli yang lebih memilih yang termurah di antara banyak kelompok, mengabaikan kualitas atau preferensi pelanggan lainnya. Bagi mereka, yang paling penting memperoleh harga termurah.

6. Memainkan musik di dalam toko

Kadang sebuah toko sering dikunjungi pelanggan, bukan hanya karena mereka ingin berbelanja dengan harga murah atau produk yang berkualitas saja, tetapi bisa jadi karena suasana didalam toko yang menyenangkan. Musik membuat lingkungan berbelanja menjadi menyenangkan. Orang lebih cenderung untuk berjalan-jalan santai, berkeliling menyusuri labirin rak minimarket barang dagangan. Meskipun kadang toko kelontong memiliki jingle mereka sendiri, tetapi toko lain memilih lagu dengan hati-hati untuk diputar didalam toko mereka. Pemilihan lagu disesuaikan dengan pola konsumen kita, karena berbeda generasi, maka berbeda pula jenis lagu/music yang mereka suka. Kesimpulannya, musik sangat berperan dalam kenyamanan berbelanja dan ini adalah strategi toko kelontong / minimarket yang efektif.

7. Memikat pelanggan untuk membeli dengan sampel gratis

Kata pepatah, di dunia ini tidak ada yang gratis!, dan ini berlaku untuk toko kelontong. Sampel gratis kita gunakan untuk mengelabui pelanggan agar membeli. Mencoba atau mencicipi sebuah produk makanan seringkali akan menjadikan sebuah produk lebih laku daripada sekedar melihat bungkusnya. Toko grosir juga menggunakan strategi sampling ini untuk menghabiskan produk lama atau memperkenalkan produk baru. Hingga akhirnya, pelanggan kita berpikir bahwa mereka memerlukan produk ini.

[NEXT]