5 Alasan Mengapa Perlu Membangun Aset Digital Sebelum Membuka Minimarket Baru

Sebelum mendirikan minimarket baru, manajer tentu sadar bahwa menetapkan target pasar, lokasi, branding, stock management, hingga menata rak minimarket adalah serangkaian proses yang tidak boleh dilupakan. Namun di zaman sekarang, ada sejumlah checklist tambahan yang juga tidak boleh terlupakan. Checklist tersebut adalah membangun aset digital.

Aset digital adalah media-media online yang memuat konten tentang brand Anda, baik yang Anda miliki sendiri, maupun milik pihak lain. Media yang bisa dimiliki sendiri contohnya website, akun Facebook, Instagram, Google My Business, dan lain sebagainya. Sedangkan media milik pihak lain dapat berupa artikel-artikel, ulasan, atau gambar yang memuat bisnis Anda.

Nah, mengapa begitu penting membangun aset digital?

Setidaknya ada alasan penting mengapa membangun aset digital harus didahulukan bahkan sebelum rak minimarket baru Anda ditata. Berikut ini beberapa poin yang kami kumpulkan berdasarkan pengalaman klien Sentrarak.

1. Mencegah Username atau Alamat Website  ‘Diparkir’ Pihak lain

Setelah Anda menetapkan brand untuk minimarket, pastikan Anda telah memiliki username dan alamat website sesuai dengan brand yang Anda kehendaki. Ini merupakan langkah yang paling penting dan paling berpengaruh terhadap branding digital minimarket Anda di masa depan. Bagaimana jika alamat web atau username sudah digunakan pihak lain? Sebaiknya ganti brand Anda, atau minimal tambahkan kata tertentu pada username seperti “Indonesia”, “Jakarta”, dan lain sebagainya. Hal ini diperlukan untuk menghindari pembajakan dan kesalahan informasi yang diakses konsumen. Ini pun berlaku untuk semua perusahaan selain minimarket.

Sebuah perusahaan bahkan membatalkan acara launching mereka yang hanya tinggal sebulan lagi, hanya karena nama website yang sesuai dengan brand mereka telah digunakan oleh sebuah perusahaan di Cina. Karenanya sebelum mengurus rak minimarket, dahulukan untuk mengunci alamat website dan username di semua platform online. Lakukan ini meskipun Anda belum berniat memanfaatkannya.

2. Menambah Visibility

Pada marketing konvensional, ada sebuah konsep di mana pembeli akan melewati proses tertentu sebelum membeli. Proses ini disingkat dengan AIDA (Attention, Interest, Desire, dan Action). Kini di zaman digital para ahli marketing menambahkan dua proses yakni ‘Search’ dan ‘Share’. Konsumen yang mungkin sudah pernah mendengar atau melihat sebuah brand akan mencari informasi lebih detail di media online (search). Jika mereka puas, mereka tidak segan untuk berbagi pengalaman baiknya kepada orang lain (share). Kedua proses tersebut 90% dilakukan di media online. Karena itu, penting bagi Anda untuk menambah visibility minimarket melalui website, social media, local business, dan lain-lain sehingga calon konsumen mudah mencari minimarket Anda dari gadget mereka.

3. Membantu Meningkatkan Brand Awareness

Masih berhubungan dengan poin kedua. Setelah memastikan semua username dan alamat website menjadi milik Anda, maka selanjutnya buat rencana strategi konten yang matang untuk 3, 6, atau 12 ke depan. Bila ingin mendapatkan perkembangan yang lebih cepat, Anda bisa memasang iklan di Facebook, Instagram, atau Google.

Cara ini meskipun tidak langsung menghasilkan penjualan, setidaknya Anda bisa meningkatkan brand awareness dan brand image di benak audiens. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa salah satu aspek yang meningkatkan brand image di mata konsumen online adalah tingkat ke-update-an channel digital yang dimiliki.

4. Membuka Pintu Komunikasi dengan Konsumen

Berbisnis di industri retail lebih dari sekadar menata barang di rak minimarket. Ada tambahan value yang harus Anda berikan kepada konsumen, seperti suasana yang menyenangkan, program diskon yang menarik, atau keramahan karyawan. Salah satu cara untuk mengeksplorasi keinginan mereka adalah dengan membuka pintu komunikasi yang lebar. Lagi-lagi, media online menjadi sarana termurah dalam berkomunikasi dengan konsumen. 

Sambil memperkenalkan minimarket baru Anda pada khalayak, Anda bisa memancing mereka mengirimkan kritik dan saran lewat social media, website, atau email. Sejauh ini Twitter adalah media yang paling powerful dalam berkomunikasi dengan pelanggan, seperti yang dilakukan oleh mayoritas perusahaan telekomunikasi di Indonesia.

5. Sumber Data

Semakin aset digital Anda bertumbuh, semakin banyak pula database yang bisa Anda peroleh. Database ini bukanlah berbentuk nama, email, atau nomor telepon pelanggan, melainkan jumlah pengunjung website, demografi, serta orang-orang yang berinteraksi dengan aset digital Anda. Data ini bisa Anda simpan dan pergunakan di kemudian hari untuk menargetkan iklan.

Bagaimana mengumpulkannya? Anda bisa memanfaatkan teknologi piksel yang saat ini masih menjadi favorit para pengiklan. Pelajari cara ini lebih lanjut, dan Anda akan mengetahui begitu pentingnya membangun aset digital jauh sebelum Anda menyusun rak minimarket

Sekarang bagaimana menurut Anda? Apakah Anda sudah mulai merasakan pentingnya membangun aset digital lebih awal?