7 Teknik Visual Merchandising untuk Meningkatkan Penjualan

Apa cara terbaik untuk visual merchandising yang efektif? Pertimbangkan kombinasi teknik yang dapat meningkatkan kesadaran dan keinginan produk pelanggan untuk membeli.

Visual Merchandising menciptakan dampak dan memberi kesan pada setiap tamu yang mengunjungi toko Anda. Apa pun yang dapat dilihat pelanggan dari luar toko dan seluruh interior dapat meningkatkan penjualan.

1. Buat Tampilan untuk Pelanggan Tertarget

Perjalanan pelanggan dimulai dengan menemukan barang, lalu beralih ke perbandingan dengan beberapa produk sejenis yang akhirnya dapat dikonversi pada penjualan akhir. Siapa target pelanggan Anda? Itu pertanyaan penting saat mendesain tampilan. Bidik gaya hidup mereka atau gaya hidup yang mereka inginkan. Mengatur sebuah tema tampilan yang disesuaikan dengan target pelanggan menggunakan visual merchandising adalah elemen kunci untuk mempertemukan pembeli dan produk yang dicari.

2. Mengurangi Untuk Bisa Dapat Lebih

Tampilan visual sebuah display produk yang tidak fokus sangat mengganggu pandangan pelanggan.  Terlalu banyak barang dan benturan warna menghasilkan tampilan yang terlihat seperti balita melemparkan semua mainan ke lantai; hasilnya adalah kekacauan, dan akan sulit menemukan sebuah produk. Ketika pelanggan merasa kesulitan, maka pelanggan akan cenderung menjauh.

Hindari banyak tampilan dan kekacauan pada display. Sebaliknya, fokus pada menyoroti satu item atau beberapa item terkait untuk membuat tema / cerita yang koheren.

3. Display Bercerita (Tema)

Sebuah konsep cerita untuk display visual merchandising toko, memudahkan Anda dalam proses desain dan juga memudahkan pelanggan untuk terhubung dengan produk. Ceritanya bisa spesifik untuk satu tampilan atau dibuat mengalir melalui seluruh ruang toko dengan menggunakan tema tunggal yang kohesif dari display ke display. Mulailah dari etalase atau window display utama atau bisa juga dimulai dari area di dekat pintu masuk.

Narasi tidak harus rumit dan apapun bisa dicoba seperti “kembali ke sekolah” atau “libur telah tiba” Bergantung pada warna dan signage (papan petunjuk) untuk menjaga agar cerita / tema tetap kohesif. Ini mungkin sesederhana menggunakan latar belakang warna atau kata kunci yang sama di papan nama.

4. Signage yang simple dan spesifik

Display mungkin menampilkan banyak item dengan sempurna, tetapi jika papan penunjuk gagal mengarahkan pengunjung, maka semuanya gagal. Hindari papan petunjuk yang berlebihan – terlalu banyak informasi yang diabaikan.

Coba aturan lima detik: Anda harus dapat dengan mudah membaca tanda dalam lima detik atau kurang, menyerap artinya tanpa kebingungan. Jika pesan Anda harus lebih panjang, pertimbangkan serangkaian tanda yang dimasukkan secara estetis ke dalam tema visual merchandising secara keseluruhan.

5. Window Display Menarik

Tampilkan produk baru dan promo di window display atau pintu masuk terdekat untuk menarik pejalan kaki yang berlalu-lalang di depan toko. Kesan pertama memang membuat perbedaan. Orang yang lewat tidak akan tertarik dengan etalase yang tampak gelap, kotor, atau terabaikan.

Jendela depan harus tetap bersih dan cukup terang atau menyala untuk menciptakan dampak emosional. Kadang-kadang, pencahayaan redup cocok untuk desain bertema khusus. Sekali lagi, signage harus jelas, ringkas dan terhubung dengan tema / cerita dari jendela.

6. Pengetahuan Tim Penjualan

Setiap anggota tim penjualan harus memiliki pengetahuan tentang barang-barang yang mereka jual dalam tampilan visual merchandising. Ini sangat penting untuk menciptakan adanya interaksi langsung kepada pelanggan. Jika anggota tim tidak dapat menjawab pertanyaan pelanggan, kepercayaan diri menurun dan potensi kehilangan penjualan meningkat.

7. Menganalisis Penjualan Mingguan dan Perubahan Menampilkan

Visual merchandising adalah salah satu agen dalam perjalanan keputusan pelanggan. Agar efektif, penting untuk menganalisis penjualan mingguan dan menentukan apakah dan bagaimana tampilan memengaruhi penjualan. Tampilan lama menjadi tidak terlihat oleh pelanggan biasa dan terlihat usang bagi yang baru. Terus lakukan perbaruan untuk meningkatkan potensi penjualan.

Untuk meningkatkan penjualan, visual merchandising harus melibatkan pelanggan, selain mengenalkan brand. Visual merchandising haruslah bercerita, bertema, menarik pandangan, dan bertindak sebagai pengingat untuk pembelian sekunder.. Visual merchandising yang efektif memiliki kekuatan untuk meningkatkan penjualan – memainkan peran kunci dalam konversi akhir menuju penjualan.

 

Yana Voldman
Strategy and Business Development Manager at Udizine