Cara Pengusaha Ritel Minimarket Supermarket Ikuti Perkembangan Zaman

Pengusaha minimarket supermarket mengakui pertumbuhan industri ritel belakangan ini melambat. Berbagai cara penyesuaian diri untuk terus eksis mengikuti perkembangan zaman telah dilakukan beberapa pengusaha ritel minimarket supermarket.

Pertumbuhan industri ritel belakangan ini melambat. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mencatat, pertumbuhan ritel sepanjang 2017 lalu hanya mencapai 3,65 persen. Angka tersebut merupakan yang terendah selama 10 tahun terakhir. Perlambatan pertumbuhan usaha ritel minimarket ini karena beberapa hal. Selain karena kondisi ekonomi masyarakat kelas menengah ke bawah, pola kehidupan masyarakat modern juga berkembang seiring perkembangan zaman. Sebagai contoh, Aprindo telah memprediksikan perubahan pola konsumsi masyarakat ke arah rekreasi seperti kuliner, travelling, dan entertaint.

Beberapa pengusaha ritel minimarket supermarket telah melakukan perubahan-perubahan untuk menyesuaikan strategi bisnisnya dengan perkembangan yang terjadi. Mereka mentargetkan pertumbuhan usaha ritel minimarket supermaket bisa mencapai angka 5 – 7 persen di tahun 2018. Beberapa contoh cara yang mereka gunakan antara lain:

#1. Update Varian Produk

Produk yang dijual di rak minimarket rak supermarket disesuaikan dengan tren yang sedang terjadi saat ini, baik dari tema maupun jenisnya. Misalnya saat ini pola konsumsi masyarakat ke arah rekreasi, maka toko minimarket supermarket dapat mengutamakan produk di dalam kebutuhan seperti kuliner, travelling, dan entertaint ada di rak minimarket rak supermarket mereka. Contohnya, toko ritel minimarket supermarket bisa menjual barang fasion seperti tas dan jaket yang mendukung kegiatan travelling. Juga dapat menjual beragam produk yang mendukung kegiatan masak-memasak, berkaitan dengan minat konsumen pada kuliner.

#2. Integrasikan Financial Technologi

Selain menyesuaikan produk yang dijual dengan perkembangan saat ini, memadukan diri dengan teknologi seperti financial technology (fintech) dirasa sangat penting sebagai inovasi untuk menjangkau asar yang lebih luas. Pengusaha ritel bisa bekerja sama dengan fintech untuk menarik minat konsumen berbelanja di toko minimarket supermarket, salah satunya dengan pemberian reward. Mereka membuat program-program yang dapat memberi keuntungan bagi konsumen.

#3. Ekspansi Kerjasama

Selain menempuh langkah-langkah diatas, pengusaha ritel juga melakukan ekspansi bekerja sama dengan membuat pusat belanja terpadu. Kerjasama ini dapat dilakukan dengan perusahaan lain atau dengan program pemerintah. Toko, minimarket supermarket bukan lagi hanya tempat untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, melainkan juga tempat pusat kuliner, bioskop, hingga taman bermain.

Kerjasama juga dapat dilakukan dengan pemerintah. Bulan Mei 2018 ini pemerintah melalui Kementerian Perdagangan sedang gencar melakukan program nasional yaitu pengembangan minimarket Ummart, minimarket berbasis pesantren. Hal ini menjadi salah satu jalan  mengembangkan toko tradisional yang sudah ada menjadi setara minimarket modern.

 

Disadur dari Kompas.com dengan judul “Ini Cara Industri Ritel Ikuti Perkembangan Zaman”