Keajaiban kata ‘GRATIS’ untuk meningkatkan penjualan Toko

Kata ‘gratis’ bukan hanya menyatakan harga tapi juga merupakan pemicu emosional yang luar biasa kuat dan sumber kegembiraan yang irasional. Seseorang bahkan rela mengeluarkan biaya lebih tinggi untuk mendapatkan sesuatu yang ‘gratis’. Bagaimana kata ‘gratis’ ini digunakan untuk strategi meningkatkan penjualan di toko/minimarket?

Telah kita ketahui bahwa kata ‘gratis’ merupakan pemicu emosional yang luar biasa kuat dan sumber kegembiraan yang irasional. Seperti ketika kita makan makanan gratis di acara-acara tertentu, di mana kita sudah sangat kenyang tetapi kita terus makan, hanya karena itu gratis. Atau mungkin semua pena gratis yang kita ambil di pameran dagang yang kita tidak akan gunakan tetapi kita tetap saja masih mengambilnya? Hal ini merupakan kekuatan kata ‘gratis’.

[Baca Juga : 12 Cara Jitu Meningkatkan Penjualan Toko Anda]

Tidak ada yang tahu kekuatan menggunakan kata ‘gratis’ seperti Amazon. Tahun 1999, Amazon mulai menawarkan pengiriman gratis dengan pesanan mulai $99 atau lebih. Sejak itu mereka telah bereksperimen dengan dan menyempurnakan strategi pemasaran mereka untuk mengambil keuntungan terbaik dari keinginan kita untuk sesuatu yang ‘gratis’.

Gregory Ciotti, pendiri perusahan Sparring Mind, berpendapat bahwa kata ‘gratis’ mengekspos emosi kehilangan di manusia. Dalam ilmu ekonomi, loss aversion menggambarkan gagasan bahwa orang sering akan memilih untuk tidak kehilangan sesuatu daripada mendapatkan sesuatu, bahkan untuk sesuatu yang bernilai besar.

[Baca Juga : Cara Cerdas Meningkatkan Penjualan Toko Kelontong Modern]

Untuk menjelaskan hal ini, Ciotti mengacu pada penelitian dari profesor ekonomi terkenal, Dan Ariely. Dalam serangkaian percobaan, Ariely menemukan bahwa konsumen akan jauh lebih menyukai barang gratis dibanding barang harganya sangat murah, bahkan ketika barang dengan murah ini memiliki kualitas yang jauh lebih tinggi.

Ketika Ariely menawarkan pembeli pilihan antara coklat Lindt dengan harga 15 sen (sekitar setengah dari harga pasaran) dan coklat Hersley dengan harga 1 sen. hasilnya 73% memilih Lindt karena nilai yang tampak jelas (lebih murah dari harga pasaran). Tapi ketika harga kedua item diturunkan, harga coklat Lindt menjadi 14 sen dan coklat Hersley diberikan gratis, 69% dari pembeli malah mengambil coklat Hershey yang gratis.

[Baca Juga : Mendongkrak Penjualan Toko Minimarket dengan Permen!]

Jadi bagaimana pedagang e-commerce menggunakan hasil penelitian ini? Kita bisa mulai dengan membuat strategi “pengiriman gratis” seperti cara Amazon menjual barang. Sebagai contoh, sebuah toko online menawarkan pengiriman gratis untuk pesanan Rp 90.000,- atau lebih, dan hasilnya pembeli rata-rata menghabiskan paling sedikit Rp 90.000,- di toko online mereka.

Beberapa bulan kemudian, kebijakan berubah, sehingga pengiriman gratis diperlukan minimal pembelian seharga Rp 120.000,- hasilnya total order rata-rata dari pembeli naik menjadi hampir Rp 150.000,- Manusia pada umumnya akan menghabiskan uang lebih banyak hanya untuk mendapatkan sesuatu yang ‘gratis’, jadi di kasus ini mereka telah meningkatkan jumlah penjualan hanya dengan menaikan harga minimum untuk pengiriman gratis.

Nah, dari pengalaman diatas, bagaimana Anda menerapkan kata GRATIS ini untuk meningkatkan penjualan di toko / minimarket Anda? Yuk kita coba!

Sumber : http://berdu.id/kata-penjualan-ajaib