Menentukan Harga Jual Murah Di Toko Kelontong/Minimarket

Menentukan harga jual merupakan salah satu kunci sukses bisnis toko kelontong/minimarket. Perlu anda ketahui salah satu kunci sukses menjual adalah harga yang murah. Lalu Bagaimana dong saya menentukan harga jual agar tidak kemahalan?

 

Apabila anda pemula mungkin belum mempunyai gambaran, “Berapa ya harga ecerannya?”

Kalau anda bertanya kepada pebisnis toko kelontong / minimarket yang sudah sukses kemungkinan besar tidak akan diberi tahu sebab ibarat seorang Chef yang selalu merahasiakan resep andalannya.

Bagi pemula, hal pertama yang perlu anda tanamkan adalah image TOKO MURAH dari pembeli untuk toko kelontong / minimarket anda. Karena apabila image murah sudah melekat di toko anda akan lebih mudah mengembangkan toko. Namun apabila dari awal toko anda sudah dicap mahal akan lebih sulit mengubah image tersebut dan akibatnya jelas toko anda akan sulit untuk berkembang.

 

Bagaimana strategi menentukan harga jual murah untuk toko kelontong / minimarket anda, diantaranya:

  1. Harga yang disarankan

Apabila produsen menyertakan harga yang disarankan dikemasan atau lewat iklan di media usahakan anda mengikuti harga yang disarankan tersebut kalau tidak, bisa saja pembeli protes dan menganggap harganya kemahalan.

Misalnya Kopi Ok Rp.500 ; Masako Rp.1000=3 ; Downy Rp.500 ; Rapika Rp.500 ; Big Cola Rp.3000 ; Hit Mat Rp.1000 ; Hit Magic Rp.500 ;Mamypoko M/L Rp.2000 ; Mamy Poko S Rp.1500 ; Sunlight Rp.1500.

 

  1. Harga mengikuti pecahan rupiah

Misalnya 500, 1.000, 1.500, 2.000, 2.500 dan seterusnya.

Dengan Menerapkan harga ini bisa membantu meningkatkan jumlah penjualan.

Agar lebih jelas kami memberi gambaran ketika seseorang membeli suatu barang tadinya niatnya membeli satu namun karena kembaliannya bisa /pas untuk beli satu lagi akhirnya membeli 2 atau pembeli membawa uang Rp.5000 karena harga barangnya Rp.1000 akhirnya sekalian membeli 5.

Untuk Lebih jelasnya saya ambil satu contoh penerapan Kecap Bango 70ml modalnya Rp.2250 harga jualnya Rp.2500.

 

  1. Angka depan lebih kecil

Strategi ini sering dijumpai pada toko modern yang menggunakan label harga yang jelas pada setiap item barang di rak gondola yang dijualnya. Misalnya, harga telur perkilo Rp 20.000,- akan tampak lebih mahal apabila dibandingkan dengan harga Rp 19.800,- Kesan angka depan yang lebih kecil memberi dampak pada anggapan singkat pembeli terhadap barang yang bisanya mereka memilih dan melihat barang dengan cepat, dan membandingkannya dengan cepat pula. Walaupun setelah ditelisik lebih dalam, selisihnya hanya 100 – 200 rupiah.

 

  1. Harga Tanggung

Strategi ini digunakan khususnya untuk menghadapi persaingan yang ketat.

Syaratnya anda harus tahu dulu harga termurah di pasaran berapa atau perkiraan harga termurah di pasaran berapa. Bila harga anda bisa di bawah harga termurah di pasaran (istilahnya Harganya Masuk), silahkan terapkan. Namun bila tidak bisa atau tidak masuk harganya anda bisa menerapkan harga di atas termurah di pasaran namun selisih sedikit. Patokannnya antara Rp.100-300.

Dengan strategi ini manfaat yang bisa diraih adalah apabila harga anda dibawah harga pasaran akan terkesan lebih murah walaupun sebenarnya beda dikit atau bila diatas pasaran harga tidak terkesan mahal.

Contoh: Harga Beras termurah dipasaran Rp.6500 sedangkan modal beras perliternya Rp.6000 berarti anda bisa menerapakan harga di bawah pasaran, misalnya Rp.6400 atau Rp.6300 walaupun selisihnya Rp.100/200 tapi kesannya harganya murah (apalagi kalau beda angka depannya misalnya 7000 dengan 6900).

 

  1. Harga untuk barang yang cepat laku ambil untung di kisaran 10%.

Misalnya Perkilo mengambil keuntungan Rp.500;  Perliter Rp.500, ; Gas 3 kg pertabung Rp.1000

 

  1. Barang yang lakunya lama ambil untung di 20-25 %

Misalnya untuk harga Obat dan Parfum.

 

  1. Alat tulis, minimal di profit 25%.

Misalnya Buku tulis, Buku gambar, Kertas folio, Pulpen, Pencil, Lem Kertas, Penghapus.

 

  1. Barang kardusan ambil untung di kisaran> Rp.1000.

Misalnya Aqua gelas,Monair gelas, dll.

 

  1. Minuman dingin ambil untung minimal 25%.

Apabila Anda menggunakan showcase. Misalnya Teh botol, Coca cola, Aqua, NuGreenTea, Ale-ale, Teh Rio, Susu Ultra, Teh Kotak, Mizone, dsb

 

  1. Harga Mainan 50-100%.

Barang permainan anak-anak : boneka, mobil –mobilan,bola, pestol pestolan,dll

 

Tolak ukur keberhasilan strategi menentukan harga jual ini adalah semakin banyak jumlah pembeli serta jumlah barang yang terjual atau bisa juga banyak pembeli yang sudah pernah membeli barang kemudian membeli lagi barang yang sama serta tidak ada yang komplain harga kemahalan.

Strategi ini bersifat fleksibel tidak harus seperti itu anda bisa mengubahnya sesuai dengan kondisi toko anda.

 

Rumus Menentukan Pengambilan Keuntungan Berdasarkan Prosentase

PK=M x P /100

PK = Pengambilan keuntungan dalam Rupiah (RP)

M = Modal

P = Prosentase yang diinginkan

 

Harga Modal Kecap Bango 70 ml Rp 1250 anda Ingin Pengambilan keuntungannya 20%. Berapa Rupiah Keuntungan yang saya ambil? Berapa harga jualnya?

Dengan memakai rumus diatas berarti  1250×20/100=Rp.250

Berarti Harga jualnya Rp.1250+Rp.250=Rp.1500

 

 

Sumber : http://www.slideshare.net/DanangHernowo/strategi-menentukan-harga-jual