MENGAPA KITA PERLU MEMAJANG BARANG DAGANGAN?

Memajang barang dagangan tidak hanya sebatas meletakkan barang pada rak gondola atau pada etalase saja, tetapi merupakan sebuah bagian dari kegiatan pemasaran. Semua setuju bahwa sebuah produk akan sulit laku tanpa adanya pemasaran yang baik. Pemajangan barang adalah sebuah bentuk komunikasi visual yang menimbulkan rangsangan penjualan.

Tujuan komunikasi visual dari pemajangan barang

Pada dasarnya secara umum komunikasi visual tidak memulu ditujukan untuk meningkatkan penjualan sebuah produk, tetapi mengarah pada pengenalan brand agar dikenal oleh masyarakat luas, ini adalah aset masa depan yang menjanjikan untuk keberlangsungan eksistensi produk.

Menjadi salah satu bagian dari upaya peningkatan penjualan produk, pemajangan barang yang baik pada sebuah toko akan menimbulkan :

  • Ketertarikan; dengan melihat produk yang apik di rak toko, akan timbul ketertarikan dari pengunjung untuk melihat lebih dekat, memperhatikan. Bagian ini merupakan bagian dari upaya pengenalan sebuah produk.
  • Pembelian tanpa terencana; setelah pengunjung melihat, memperhatikan, dan membandingkan barang yang dipajang di rak display

“sebuah komunikasi visual dapat berjalan dengan baik jika didukung dengan peralatan pajang dan teknik display yang baik”

 

 

Display toko menurut Lewison dan Delozier (1989) dalam prakteknya, digunakan untuk:

  • memaksimalkan penjelasan tentang produk
  • meningkatkan penampilan produk
  • merangsang ketertarikan terhadap produk
  • menjelaskan informasi tentang produk
  • memfasilitasi transaksi penjualan
  • memastikan keamanan produk
  • menyediakan tempat penyimpanan produk
  • mengingatkan rencana pembelian konsumen
  • menghasilkan penjualan tambahan berdasarkan impulse

 

Beberapa aturan dalam pemajangan barang dangan pada rak gondola adalah

  1. Barang-barang dikelompokkan menurut jenisnya
  2. Alokasikan ruang/space yang sesuai dengan banyak/sedikitnya kelompok barang
  3. Barang yang sering laku ditempatkan pada rak dengan ketinggian eye level (sepandangan mata)
  4. Untuk barang kecil-kecil, mahal, ditempatkan di rak kaca atau pada rak display kasir
  5. selanjutnya dapat dilihat pada artikel Aturan penempatan barang dagangan

 

Macam komunikasi visual pada sebuah toko

Berdasarkan letaknya, komunikasi visual dari sebuah display yang baik dibagi menjadi dua yaitu Window display dan Interior display.

  • Window display; adalah pemajangan barang dagangan pada etalase dan area yang tampak dari wajah sebuah toko/minimarket. Pemajangan ini mewakili sebuah ucapan “welcome” dari sebuah toko kepada calon pengunjungnya. Tujuan dari window display untuk menarik perhatian, menunjukkan barang-barang yang dijual, dan menunjukkan kualitas barang secara tidak langsung.
  • Interior display; adalah pemajangan barang dagangan dengan menggunakan rak gondola, rak mundo, atau rak promo yang ditempatkan di dalam toko. Dengan sistem display ini barang akan dikenal, dipegang, serta dapat dibandingkan kecocokan, kualitas, harga, dan model), yang akan merangsang terjadinya pembelian tak terencana. Pemajangan dengan rak minimarket memungkinkan sebuah interior display ini berakhir dengan sebuah tindakan langsung pembelian oleh pengunjung

   window display

   interior display

Prinsip visual display

Proximity : jarak susunan display yang disusun bersama-sama dan saling memiliki dapat membuat suatu perkiraan atau pernyataan

Similarity : item-item yang sama akan dikelompokkkan bersama-sama (dlm konsep warna-bentuk, ukuran) bahwa pada sebuah display tidak boleh menggunakan lebih dari 3 warna

Symmetry : elemen-elemen dalam perancangan display akan lebih baik dalam bentuk simetrikal

Continuity : sistem perseptual mengekstrakan informasi kualitatif menjadi satu kesatuan yang utuh

 

Bagaimanakah sebuah display barang dagangan yang ideal untuk sebuah toko / minimarket telah dibahas pada artikel sebelumnya –Teknik dan Jenis Display Pada Minimarket– SENTRA RAK