Moby Store, Minimarket Berjalan yang Futuristik

Teknologi membuat kegiatan dunia retail menjadi lebih efisien bagi pebisnis dan juga konsumen. Salah satu terobosan teknologi yang paling cocok dengan dilema ini adalah rak minimarket berjalan bernama Moby Store.

Moby Store adalah sebuah prototipe minimarket berjalan yang diluncurkan oleh Wheelys, perusahaan startup yang bermarkas di Stockholm, Swedia. Toko berjalan ini berbentuk seperti bus kecil yang memuat rak minimarket berisi barang-barang kebutuhan sehari-hari. Tidak ada pramuniaga, tidak ada penjaga kasir,bahkan tidak ada seorangpun yng menjaga. Lantas bagaimana minimarket berjalan ini dioperasikan?

Untuk berbelanja di minimarket Moby Store, Anda harus mengunduh aplikasinya terlebih dahulu. Di dalam aplikasi tersebut terdapat barcode yang bisa membuka pintu minimarket. Setelah memindai barcode ke pintu, Anda akan disapa oleh robot pramuniaga dari sebuah layar berteknologi artificial intelligence (AI). Lalu berbelanjalah seperti layaknya rak minimarket pada umumnya. Namun perbedaannya, barang yang ingin Anda beli harus dipindai terlebih dahulu. Pemindaian ini akan melacak item dan jumlah belanjaan yang Anda masukkan ke keranjang pintar. Setelah selesai, Anda bisa langsung keluar pintu minimarket dengan membawa belanjaan. Tak perlu mengantre, karena toko secara otomatis akan menagih jumlah belanjaan Anda lewat kartu kredit yang terintegrasi dengan akun Anda.

Moby Store menyediakan makanan segar dan barang kebutuhan harian lainnya. Jika Anda menginginkan barang lain, Anda dapat memesannya menggunakan fitur Artificial Intelligence. Dan, barang tersebut akan tersedia ketika Anda kembali berbelanja. Tidak hanya itu, Moby Store juga mampu berjalan mendekati rumah Anda ketika nanti telah mendapatkan izin untuk beroperasi di jalan raya. Bahkan perusahaan juga telah menyiapkan drone untuk mengantar belanjaan skala kecil ke rumah pelanggan.

 

Saat ini inovasi rak minimarket berjalan tersebut sedang diuji coba di Shanghai, Cina. Perusahaan berencana membuat prototipe ini menjadi produk massal yang menyebar ke area-area urban. Meskipun inovasi Moby Store akan menghemat biaya, tantangan terbesarnya justru ada pada biaya itu sendiri. Butuh dana yang tidak sedikit untuk mengembangkan inovasi ini. Masalah keamanan juga menjadi perhatian utama dalam pengembangannya.

Bagaimana ya jika inovasi ini dikembangkan di Indonesia? Mungkinkah? Kita tunggu saja