Dimanakah Seharusnya Minuman Dingin Ditempatkan Di Minimarket?

Minuman dingin merupakan produk yang paling dicari pembeli saat mereka mampir ke gerai minimarket. Atau mungkin juga sebaliknya, minuman ringan adalah produk yang paling relevan untuk dibeli ketika muncul keinginan mampir minimarket walaupun untuk sekedar numpang ngadem, karena biasanya minimarket dilengkapi dengan AC.

Berdasarkan penelitian, sebagian besar pelanggan yang sering berkunjung ke minimarket hanya berkunjung untuk membeli minuman dingin beserta cemilan berupa makanan ringan/snack dan biskuit sebagai pelengkapnya.

Kehadiran lemari pendingin (showcase) di toko kelontong dan minimarket dapat dikatakan sebagai perlengkapan wajib, karena bisa dikatakan dari lemari pendingin inilah konsumen datang.

Dengan alasan tersebut maka moment “perburuan minuman ringan” ini dapat diutak-utik untuk meningkatkan penjualan tentunya. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah bagaimana rak / lemari pendingin (showcase) ditempatkan dalam layout toko dan minimarket.

Lalu dimanakah rak dan lemari pendingin yang berisi minuman ringan ini diletakkan secara optimal?

Pertama,

berdasarkan penelitian pola pembelian oleh konsumen, ada keterkaitan antara terbelinya makanan ringan cemilan dan minuman ringan. Sehingga pemasangan antara minuman ringan dan makan ringan sepertinya harus dilakukan untuk menarik pembelian barang komplementer ini. Seperti kita lihat di Alfamart dan Indomaret yang telah menerapkan layout display dan penempatan lemari pendingin bersebrangan dengan rak makanan ringan dalam satu lorong.

Kedua,

karena minuman ringan paling dicari, bahkan oleh konsumen yang sekedar mampir untuk “ngadem” maka lemari pendingin ditempatkan dibagian paling belakang sehingga untuk menuju ke lemari pendingin tersebut konsumen dipaksa untuk melihat deretan produk yang dipajang sepanjang lorong. Strategi ini memungkinkan timbulnya pembelian impulsif yang menguntungkan.

Ketiga,

menempatkan rak minuman ringan atau lemari pendingin pada posisi rak wall yang bersebrangan dengan sisi pintu masuk atau bersebrangan dengan meja kasir. Hal ini juga memaksa konsumen pemburu minuman dingin untuk menjelajahi lorong penuh display produk sehingga meningkatkan penjualan impulsif.

Keempat,

hindari penempatan lemari pendingin berisi minuman ringan paling dicari pada area depan toko dengan tujuan menarik pengunjung. Hal ini tidak lagi berlaku untuk minimarket, karena konsumen sudah terdoktrin bahwa minimarket / toko ber AC biasanya menjual minuman ringan yang dingin. Memajang lemari pendingin di depan toko justru akan membuang sayang kesempatan pembelian impulsif, karena konsumen akan segera pergi setelah membayar minuman tanpa melihat lebih banyak produk yang anda jual.