Ini dia Perbedaan Supermarket, Minimarket, dan Hypermarket yang Mungkin Belum Disadari

Sejak diperkenalkan pada tahun 1970-an lalu, konsep pasar modern telah menggeser trend berbelanja masyarakat di pasar tradisional. Kini masyarakat sudah terlalu familiar dengan istilah supermarket, hypermarket, atau minimarket. Namun ada sebuah paradoks yang unik di mana istilah-istilah yang familiar tersebut justru belum dipahami perbedaannya. Ya, masyarakat kita banyak yang belum sadar apa perbedaan gamblang antara supermarket, minimarket, dan hypermarket.

Sebenarnya apa sih perbedaan antara ketiganya? 

Secara umum, perbedaan utama dari ketiganya terletak pada luas lahan usaha dan range jenis barang yang diperdagangkan. Nah di sini Sentrarak mencoba menjabarkan poin-poin spesifik yang membedakannya.

Jenis Barang

Pada poin ini, banyak orang paham bahwa kategori barang di rak supermarket, minimarket, dan hypermarket pada dasarnya berbeda. Supermarket menjual produk makanan dan produk sehari-hari yang sangat beragam dari A sampai Z. Sedangkan minimarket menitikberatkan pada berbagai macam makanan kemasan dan barang-barang higienis pokok. Namun minimarket sekarang nampaknya menjual produk rumah tangga yang lebih beragam sehingga terkadang apa yang dijual di rak supermarket juga ada di minimarket. Inilah yang kerap ‘mematikan’ bisnis retail besar saat ini.

Berbeda dengan kedua jenis tadi, hypermarket menjual jenis barang dalam jumlah yang sangat besar, melingkupi banyak jenis produk dari yang ringan hingga berat seperti makanan, pakaian, hardware, alat-alat listrik, busana dan lain-lain.

Luas Toko

Yang banyak orang tahu, pasar modern jika diurutkan dari luas terkecil adalah Minimarket, Supermarket, dan Hypermarket. Tapi ternyata tak cukup di situ, penggolongan ketiganya bahkan sudah ditentukan dari luasnya secara keseluruhan. Minimarket berkisar antara 100 m2 hingga 999 m2, supermarket  1.000 m2 hingga  4.999 m2, sementara Hypermarket ada di angka 5.000 m2 ke atas.

Jumlah Barang

Beda luas, beda pula jumlah barang yang ditampungnya. Toko yang menampung 3.000 sampai 5.000 item barang dikategorikan sebagai minimarket. Jika barang mencapai 5.000 hingga 25.000 item dikategorikan sebagai supermarket. Lebih dari itu dikategorikan sebagai hypermarket.

Jangkauan Area

Setiap toko retail memiliki jangkauan area yang menjadi pangsa pasar mereka. Semakin kecil toko, semakin sempit pula jangkauannya. Jangkauan terkecil tentu saja dimiliki oleh minimarket yang hanya menjangkau radius kurang dari 2 kilometer. Selanjutnya ada supermarket dengan jangkauan radius 10 km, dan Hypermarket di radius 50 kilometer dari titik lokasi.

Selain indikator-indikator di atas tentunya ada indikator lain yang membedakan, seperti luas lantai usaha, luas lahan parkir, jumlah pengunjung, dan lain sebagainya. Namun Sentrarak tidak membahasnya karena penjelasan di atas sebenarnya sudah cukup. Setidaknya dari penjelasan tersebut Anda sudah terbayang apa bedanya antara supermarket, minimarket, dan hypermarket secara jelas, bukan?