Prospek Usaha Minimarket Sayuran yang Jarang Dilirik

Tak dipungkiri, sayuran merupakan barang konsumsi yang selalu memiliki konsumen setiap harinya. Hingga kini komoditi sayuran menjadi ladang bisnis potensial tak lekang oleh waktu. Namun sayangnya, bisnis sayuran selalu identik dengan pasar tradisional. Padahal pebisnis bisa melakukannya dengan konsep yang berbeda, yaitu usaha minimarket sayuran.

Belum banyak pelaku bisnis yang berani menjadi ‘tukang sayur’ berkonsep minimarket. Bisnis sayuran dengan konsep ini menurut kami sangat prospektif. Nah, bagaimana prospek usaha minimarket sayuran itu sendiri? Mari kita berangkat dari permasalahan konsumen (yang notabene ibu-ibu) dalam berbelanja sayuran sehari-hari.

Masalah pertama adalah tidak semua konsumen berlokasi dekat dengan pasar. Oke, tapi kan ada tukang sayur keliling atau kios kecil yang dekat dengan mereka? Ternyata ini belum tentu mengatasi masalah karena biasanya tukang sayur keliling atau kios sayur mematok harga lebih mahal dari pasar, serta ketersediaan barang mereka cenderung terbatas.

Masalah kedua yang juga sering dihadapi adalah jam buka pasar yang terbatas. Seringkali sebuah pasar hanya buka pada pagi hari atau malam hari saja. Konsumen kesulitan untuk membeli bahan makanan di luar waktu tersebut. Bagaimana jika Anda tetap berjualan sayur lebih lama? Tentu pangsa pasar Anda akan semakin luas.

Kemudian yang tidak kalah penting, minimarket akan membuat sayur dan buah lebih tahan lama. Sediakan pendingin khusus untuk sayur-sayur yang mudah layu, maka Anda bisa selangkah lebih maju dibanding pasar tradisional.

Kenyamanan juga merupakan faktor penting yang membuat seseorang enggan pergi ke pasar. Seperti yang kita ketahui, pasar tradisional masih belum berubah dari penampilan lamanya yang bau, tidak teratur, serta becek (terlebih saat musim hujan). Sebaliknya, sayur yang terpajang rapi di rak minimarket dengan udara AC yang sejuk bisa jadi mendorong konsumen untuk berbelanja ke pasar bagaimanapun cuacanya.

 Anda bisa mulai merintis usaha minimarket sayuran yang inovatif dengan berangkat dari masalah tersebut. Layaknya minimarket pada umumnya, berikan fasilitas kenyamanan yang optimal, display sayur menarik di rak minimarket, juga lokasi yang dekat dengan pemukiman konsumen. Tak lupa, jam operasional yang panjang juga bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk memancing mereka.

Apa saja yang dibutuhkan?

Untuk memulai usaha minimarket setidaknya Anda butuh bangunan seluas 120 sampai 150 meter persegi di lokasi yang dekat dengan pemukiman warga. Jika tidak memungkinkan, maka Anda bisa memulainya dari bangunan seluas 50 meter persegi. Kemudian cari supplier terpercaya untuk memasok sayur Anda. Supplier sayur terdekat bisa Anda cari di daerah Bogor dan sekitarnya.

Lalu yang tidak kalah penting adalah, cari supplier rak minimarket terpercaya. Sentrarak bisa menjadi mitra Anda dalam memasok rak minimarket berkualitas untuk toko Anda. Kami memiliki berbagai macam rak minimarket untuk mendukung usaha Anda. Selanjutnya, buat daftar kebutuhan minimarket Anda secara detail untuk mengetahui berapa modal yang dibutuhkan. Freezer, kulkas, mesin potong sayur, serta genset adalah beberapa elemen penting dalam berbisnis minimarket sayuran. Setidaknya modal untuk usaha minimarket ini tidak jauh dengan minimarket umum, yakni sekitar 100 hingga 300 juta dengan estimasi payback sekitar 2 tahun. Tertarik mencoba?