Peran Rak Minimarket Dalam Mendorong Impulse Buying

Rak minimarket turut berperan dalam mendorong terjadinya impulse buying oleh pengunjung atau pembeli. Impulse buying atau pembelian impulsif adalah tindakan membeli barang tanpa direncanakan terlebih dahulu dan biasanya dipicu oleh alasan emosional atau perasaan. Bagi pengusaha atau pengelola minimarket, impulse buying bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan omset penjualan. Seperti apa peran rak minimarket dalam mendorong impulse buying? Temukan jawabannya dalam beberapa taktik yang mendorong terjadinya impulse buying berikut ini.

# Rancang alur check-in dan check-out pengunjung

Rancanglah alur pengunjung sejak mereka datang, menjelajahi deretan rak-rak display produk lalu menuju meja kasir untuk melakukan pembayaran. Jika hal itu sudah dirancang sedemikian rupa maka Anda akan dapat memprediksi di area mana pengunjung akan berlama-lama dan dimana mereka akan menghampirinya dengan sekilas saja. Pada area dimana pengunjung diprediksi akan berlama-lama inilah Anda dapat menciptakan impulse buying dengan menampilkan produk yang relevan dalam rak minimarketdengan desain modern elegan sehingga tampilannya menarik perhatian.

# Pilih produk yang berharga murah
Pada umumnya pembeli tidak bersedia mengeluarkan uang dalam jumlah yang besar untuk membeli produk yang tidak ia rencanakan sebelumnya atau impulse buying. Maka pilihlah produk yang berharga murah untuk menciptakan impulse buying agar pengunjung tidak perlu berpikir panjang untuk membelinya. Sajikan atau display produk tersebut dalam rak minimarket dengan desain modern elegan agar memiliki visibility maksimal.

# Sajikan dekat produk-produk yang memiliki permintaan tinggi

Ciptakan impulse buying dengan menyajikan produk di dekat produk yang memiliki permintaan tinggi dan masih relevan. Misalnya sajikan sikat pembersih botol susu bayi di dekat rak minimarket khusus untuk display susu bayi.

# Gunakan komunikasi untuk menciptakan urgensi

Ciptakan sense of urgency untuk barang-barang promosi yang di-display di meja kasir agar pengunjung tertarik membelinya. Misalnya dengan menggunakan komunikasi “Promo khusus hari ini” atau “Persediaan terbatas”.

# Sesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen

Produk apa saja yang bisa menciptakan impulse buying bukanlah sebuah ketetapan baku. Anda harus memahami kebutuhan konsumen Anda untuk bisa menetapkan produk impulse buying yang tepat. Jika konsumen Anda tipe yang menghabiskan waktu berjam-jam dari toko satu ke toko lainnya maka minuman mineral dingin mungkin bisa menjadi produk impulse buying yang potensial.

# Arahkan perhatian pengunjung

Selain di area antri kasir, dimana lagi sebaiknya menampilkan produk impulsif? Anda dapat mengarahkan pengunjung ke area display produk impulsif selain area kasir dengan memanfaatkan label petunjuk (signage), pencahayaan dan warna). Signage dengan kata-kata yang bisa menciptakan sense of urgency, pencahayaan yang mencolok atau kontras, dan warna yang menarik perhatian. Jangan lupa, gunakan rak minimarket desain modern elegan agar display produk impulsif menarik perhatian mata pengunjung.

# Pilih produk yang tidak memerlukan banyak pertimbangan untuk membeli
Produk impulsif sebaiknya disajikan dalam pilihan yang sangat terbatas agar pembeli dapat segera memutuskan untuk mengambil tanpa perlu banyak pertimbangan.

# Tawarkan sampel produk atau demo

Beri kesempatan kepada pengunjung untuk mencoba produk agar ia tertarik melakukan impulse buying. 

# Tonjolkan produk musiman

Produk musiman adalah salah satu pilihan untuk dijadikan produk impulsif karena berkaitan dengan sense of urgency dan tersedia dalam waktu yang terbatas. Misalnya pernak-pernik hiasan natal. Gunakan rak minimarket desain modern elegan untuk menampilkan produk musiman ini agar menarik perhatian. Rak tersebut dapat diperoleh di supplier terpercaya yang jual rak minimarket dengan tingkat presisi tinggi, kokoh dan tidak mudah berkarat. 

# Didik karyawan untuk menciptakan impulse buying

Menciptakan impulse buying tidak hanya dengan memilih produk yang tepat dan menempatkannya di lokasi yang benar. Karyawan minimarket juga harus memberikan kontribusinya. Karyawan harus dididik agar pandai memberikan saran perlunya membeli produk pelengkap (komplementer) atas produk yang sudah dibeli pengunjung agar terjadi impulse buying. Mengingatkan untuk membeli meses kepada pengunjung yang membeli roti tawar adalah salah satu contohnya.