Sejarah Pesatnya Perkembangan Minimarket di Indonesia

Tidak terasa minimarket di Indonesia sudah berkembang lebih dari 16 tahun. Meskipun sempat dilanda kontroversi karena dianggap mematikan usaha warung kelontong, nyatanya konsep belanja di rak minimarket tetap menjadi pilihan utama masyarakat hingga sekarang. Nah, apakah Anda ingin tahu bagaimana sebenarnya sejarah berkembangnya minimarket di Indonesia dimulai? Berikut ini sejarahnya!

Minimarket berkembang mulai tahun 2003, ketika pada saat itu Indomaret membentuk konsep toko modern yang berlokasi di dekat hunian konsumen. Indomaret menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan system swalayan, konsumen diberikan kebebasan untuk memilih barang yang mereka inginkan di rak minimarket. Sebelum 2003, Indomaret sebenarnya sudah memiliki beberapa gerai namun jumlahnya masih sedikit. Barulah ketika tahun 2003 Indomaret  mulai ekspansi hingga memiliki sekitar 700 gerai dengan konsep franchise.

Konsep bisnis waralaba franchise ala indomaret ini disambut positif oleh masyarakat. Dari sisi konsumen, indomaret menjadi salah satu tempat belanja favorit. Di sisi investor, banyak orang berbondong-bondong membeli franchise indomaret. Ternyata perkembangan ini tidak hanya dirasakan Indomaret, tetapi juga pesaingnya yaitu Alfamart. Kedua perusahaan ini terus berkembang pesat memasuki area perumahan, perkantoran, kawasan niaga, kawasan wisata, jalan raya, dan lain sebagainya.

Seiring berjalannya waktu, para pelaku bisnis dari kedua retail tersebut mempelajari bagaimana mengoperasikan sebuah jaringan retail berskala besar, lengkap dengan berbagai pengalaman yang kompleks dan bervariasi. Setelah menguasai ilmu tersebut, mereka justru kian tak terbendung. Minimarket kecil ini malah menjadi ancaman bagi para pemain ritel besar seperti Carrefour, Giant, Hero, dan ritel besar lainnya. Bahkan di tahun 2019 ini, beberapa ritel besar ini menutup gerainya karena kalah dalam persaingan.

Saat ini selain Alfamart dan Indomaret, terdapat beberapa minimarket yang ikut meramaikan pasar ritel, seperti 212 mart, ahad mart, Alfa Midi, Bright Mart, Ceriamart, dan masih banyak lagi. Berbagai konsep pun ditawarkan. Konsumen tidak hanya disuguhkan untuk menelusuri rak minimarket saja, mereka juga diberikan fasilitas ngopi dan nongkrong layaknya di café. Sangat menarik untuk memperhatikan bagaimana mereka saling berinovasi satu sama lain.