Sekelumit Tentang Planogram, Ilmu Menata Barang di Rak Toko

Dalam sebuah bisnis toko retail, ada strategi pemasaran yang secara tak sadar juga berdampak pada kebiasaan berbelanja Anda. Pernahkah Anda berpikir tentang bagaimana pemasar menempatkan barang-barang di rak toko? Lalu yang tak kalah penting, mengapa mereka menempatkannya di tempat tersebut?

Ketika Anda melihat barang-barang di rak toko, Anda sebenarnya sedang melihat aplikasi dari sebuah cabang ilmu toko retail, yakni planogram.

Apa itu Planogram?

Seperti yang dijelaskan pada artikel sebelumnya, planogram adalah deskripsi visual, diagram atau gambar tata letak toko atau minimarket, termasuk penempatan produk di rak toko dan kategorisasi produk tertentu.

Dalam ilmu Planogram, satu hal yang menjadi prinsip mendasar adalah bagaimana Anda melakukan sinkronisasi antara penempatan barang dan layout rak toko, dengan aspek psikologis pengunjung. Mari telusuri sekelumit tentang planogram yang berkaitan erat dengan psikologis pengunjung.

Pertama, pemasar biasanya mengkategorikan posisi rak berdasarkan level mata. Konsep ini dikenal dengan istilah “Eye Level”. Sudah menjadi kaidah lumrah bahwa produk yang diposisikan sejajar dengan level mata cenderung lebih menarik perhatian. Karenanya,  pemasar justru meletakkan barang yang tidak begitu dibutuhkan, atau sedang gencar dipromosikan pada Eye Level. Sementara barang yang bersifat urgent justru diletakkan di bagian yang sulit dijangkau mata. Next time jika Anda menelusuri rak toko, perhatikan berapa kali Anda perlu membungkuk atau jinjit untuk mengambil barang yang Anda butuhkan.

Kedua adalah jumlah facings, atau berapa banyak item suatu produk yang dapat Anda lihat. Ini juga berpengaruh pada penjualan. Semakin terlihat suatu produk, semakin tinggi kemungkinan penjualannya. Inilah salah satu alasan mengapa pemasar berupaya menjaga agar produk mereka terlihat full memenuhi rak toko.

Ketiga, lokasi barang di lorong toko juga penting. Ada pemikiran bahwa barang-barang yang ditempatkan di awal lorong tidak begitu laku. Sebab, seorang pelanggan perlu waktu untuk menyesuaikan diri saat mulai memasuki lorong. Kondisi ini membuat pelanggan perlu sedikit waktu sebelum mereka dapat memutuskan apa yang harus dibeli.

Keempat, Anda mungkin berpikir bahwa merancang planogram yang baik adalah tentang menyatukan satu kategori barang dalam satu rak toko. Namun ini tidak sepenuhnya tepat, adakalanya toko merasa perlu untuk menempatkan barang satu rak atau satu lorong namun beda kategori. Roti dan selai adalah contoh nyata. Jika Anda membeli roti, kemungkinan juga Anda akan ‘digoda’ untuk membeli selai.

Bagaimana, sudah lumayan paham sekelumit tentang planogram? Sekilas ini simpel, namun efek psikologisnya luar biasa. Betapa banyak pengunjung toko di luar sana yang sering khilaf dalam melakukan belanja. Budget yang mereka rencanakan di rumah mungkin akan membengkak saat sudah masuk toko. Apakah Anda berencana membuka toko? Dapatkan rak toko dengan kualitas terbaik di Sentrarak, distributor rak toko, supermarket, dan rak minimalis modern. Kunjungi www.sentrarak.com.