Strategi Pemasaran Toko Minimarket

Tentang bagaimana kita eksis di pasar, konsumen sadar bahwa kita ada, dengan rak-rak toko minimarket kita yang siap melayani mereka, menyediakan dan memenuhi setiap kebutuhannya. Pemahaman tersebut merupakan pemahaman sederhana dari sebuah pemasaran (marketing) dalam sebuah konteks pengelolaan toko minimarket. Kemudian bagaimana memilih, membidik pasar sasaran, dan bagaimana kita menempatkan diri, serta bagaimana kita survive dan mampu berkembang dalam kancah persaingan bisnis ritel toko minimarket adalah satu rangkaian strategi pemasaran.

Pada konsep strategi pemasaran toko minimarket, berfokus pada tiga hal, yaitu :

1. Target Market (pasar sasaran)

Fokus pada target market berarti fokus pada apa yang dibutuhkan oleh konsumen. Sehingga langkah awal dalam menetapkan strategi pemasaran kita adalah menjawab pertanyaan “Siapa target market kita?”  dan “Apa yang mereka butuhkan?”

Kita perlu fokus pada satu target market secara spesifik, karena hal ini tentu saja akan mempengaruhi beberapa komponen retailing mix, antara lain :

  • Product (Variasi produk, kualitas, desain produk, nama brand, fitur)
  • Promotion (sales promotion, iklan, tenaga penjualan, public relation, penjualan langsung)
  • Place (jangkauan, jaringan transport, distribusi, gudang, lokasi)
  • Price (list harga, diskon, periode pembayaran, jangka kredit)
  • Presentation (display, merchandise, Staff, lighting, rak minimarket)
  • Personnel (pengetahuan, dinamika, kreativitas, sikap pelayan, impresif)

2. Retail format

Retail format adalah metode dan cara untuk memenuhi, memuaskan kebutuhan. Termasuk di dalamnya bentuk, tampilan toko, produk, assortment, dan layanan yang ditawarkan kepada konsumen yang disasar. Ritel format pada toko minimarket kita dapat ditentukan dengan menjawab pertanyaan

Bagaimana cara dan produk atau pelayanan seperti apa yang kita tawarkan?”

Contoh ritel format adalah toko tematik (toko khusus), toko kelontong, minimarket, supermarket, hypermarket, department store. Dengan sistem pelayanan self servis atau swalayan.

3. Sustainable competitive advantages (keunggulan daya saing yang berkelanjutan)

Fokus kita yang ketiga adalah bagaimana kita menghadapi persaingan, yaitu tentang keunggulan daya saing yang berkelanjutan. Dalam hal ini, kita harus mampu menjawab

“Keunggulan, keunikan apa yang kita miliki dalam komponen retailing mix, yang tidak dimiliki dan tidak mudah ditiru oleh pesaing?”

Dalam bisnis ritel, termasuk toko minimarket, terdapat empat tipe persaingan, yaitu :

  • Direct competition, bersaing langsung dengan kompetitor sejenis dengan target market dan lokasi yang sama. Contoh : Minimarket Alfamart dan Indomaret bersaing dalam suatu lokasi yang sama berdampingan atau bahkan berhadap-hadapan.
  • Internal competition, bersaing dengan toko lain yang masih satu grup / perusahaan. Contoh : persaingan Alfamart dengan Alfamidi yang masih dalam satu grup yang sama dalam satu coverage area kurang dari 500 meter.
  • Horizontal competition, persaingan dalam target market yang berbeda, walaupun dengan kategori barang dan lokasi yang sama. Contoh : persaingan antara sebuah minimarket dengan toko kelontong dalam suatu lokasi yang sama atau berdekatan.
  • Vertical competition, persaingan dalam satu jalur distribusi yang sama secara vertikal. Contoh : Persaingan antara sebuah grosir modern (misal Lotte Mart whole sale) dengan minimarket yang ada didekatnya dAlam radius kurang dari 500 meter.

Dalam menghadapi persaingan kita harus optimis dengan sikap positif. Persaingan adalah tantangan. Namun tentu saja kita harus penuh perhitungan menganalisis posisi persaingan kita dengan analisis SWOT sehingga kita mengetahui peluang keberlangsungan usaha kita secara objektif.

Untuk mengimplementasikan strategi marketing yang telah kita buat, terdapat serangkaian upaya dapat kita lakukan. Terdapat istilah STP (Segmenting, Targeting, Positioning) yang merupakan tindakan taktis dalam marketing :

  • Segmenting atau segmentasi secara harfiah dapat dikatakan sebagai suatu cara untuk menetapkan, memilah-milah konsumen suatu unsur pasar ke dalam segmen-segmen dengan karakteristik tertentu.
  • Targeting merupakan suatu cara bagaimana kita memilih, menyeleksi, dan menjangkau pasar. Setelah kita dapat pemetaan / segmentasi pasar, yang dilakukan adalah membidik pasar yang telah kita segmentasi tadi dengan strategi dan taktis marketing yang pas untuk masing-masing segmen.
  • Positioning adalah cara bagaimana kita menempatkan diri dalam pikiran dan sudut pandang konsumen. Dalam hal ini termasuk brand image, sehingga konsumen dapat membedakan toko minimarket kita dibandingkan dengan pesaing.


WhatsApp chat