Tips Anti Bangkrut Mengelola Toko Kelontong Modern

Ternyata mengelola toko kelontong merupakan bukan hal mudah yang hanya mengandalkan waktu fleksibel kita untuk mengelolanya. Ingat! Mengelola toko kelontong modern sama halnya dengan mengelola bisnis-bisnis yang lain yang membutuhkan penanganan dengan menerapkan konsep manajemen pemasaran yang profesional, sistematis dan terpadu.

Persaingan minimarket dan toko kelontong yang kian sengit, tentu membutuhkan strategi dan langkah-langkah jitu dan juga kehati-hatian serta kejelian terhadap kesalahan-kesalahan yang tidak boleh dilakukan. Kadang, toko kelontong mengalami kebangkrutan bukan karena kalah bersaing dengan minimarket, tetapi juga karena kesalahan yang tanpa sadar dilakukan terus menerus. Beberapa kesalahan yang dilakukan toko kelontong diantaranya :

4 Kesalahan Fatal Yang harus dihindari

  1. Menyepelekan pembukuan

Toko kelontong rumahan biasanya didirikan sebagai tambahan income yang dikelola dengan fleksibilitas waktu sang pemilik. Sehingga pembukuan keuangan toko sering terabaikan. Akibatnya perputaran modal dan barang dagangan tidak terlihat. Padahal dengan pembukuan yang jelas, pengelolaan toko menjadi lebih mudah dan riil. Jumlah barang, jumlah modal, jumah penjualan, dan juga pembiayaan rutin yang berhubungan dengan toko dapat diketahui. Seperti uang keamanan, kebersihan, pembelian aset seperti perbaruan rak minimarket, rak gudang dan aset lainnya.

Demikianlah sehingga toko sebagai usaha sambilan tidak boleh dijadikan alasan bahwa pengelolaan toko / warung dilakukan “asal jalan”, tetapi juga harus dilakukan pembukuan yang jelas sehingga terlihat perkembangan toko dari hari ke hari.

  1. Mencampur-adukkan antara bisnis dan kebutuhan sehari-hari

Sering kali para pemilik toko / warung tidak mesisahkan barang dagangan dan kebutuhan sehari-hari. Sebagai contoh, saat ada saudara berkunjung biasanya akan disuguhkan apa yang ada di toko/warung, atau pada saat beras, gula, teh, dsb habis maka dengan mudahnya mengambil stok yang ada di toko tanpa dilakukan pencatatan dan pemisahan keuangan. Jika hal ini dilakukan terus menerus, maka tidaklah mungkin toko dapat berkembang karena tidak jelas mana untung/rugi, tidak ada uang yang berputar untuk mengembangkan toko.

  1. Mudah memberikan hutang

Sebagian besar konsumen toko kelontong adalah orang-orang sekitar yang sudah kenal, maka akan mudah saja bagi pemilik toko untuk memberikan hutang. Padahal hal ini akan menyulitkan ketika hutang konsumen sudah menumpuk akibatnya modal tidak berputar sama sekali. Ingat, bahwa menagih hutang lebih sulit daripada memberikan hutang.

  1. Tidak jeli mengawasi mutu produk

Kesalahan yang sering terjadi karena ketidak telitian dan tidak adanya pembukuan adalah adanya produk yang telah kadaluarsa atau produk yang disimpan tidak sesuai dengan saran penyimpanan sehingga terjadi penurunan mutu produk yang akan menyebabkan konsumen kecewa. Pada saat ini masyarakat sudah mulai cerdas dalam membeli makanan dan minuman dengan memperhatikan kondisi dan tanggal kadaluarsa. Ketika pelanggan kecewa maka dapat menjadi awal kebangkrutan toko anda karena salah satu strategi marketing toko adalah dengan promosi dari mulut ke mulut dari pelanggan yang puas dengan pelayanan toko anda.

12 Langkah Yang Harus Dilakukan

  1. Selalu utamakan kebersihan dan kerapian

Lingkungan toko yang bersih dan rapi merupakan sebuah upaya membangun citra toko yang profesional. Susunlah barang dagangan sesuai aturan pada rak gondola minimarket. Selain harus menjaga lingkungan toko, kita sebagai pengelola toko dan juga setiap orang yang membatu kita dalam melayani konsumen tentu juga harus bersih dan rapi.

  1. Ramah tamah (sapaan)

Bertutur kata yang santun dan selalu menyapa konsumen dengan akrab dan hangat akan menjalin sebuah keterikatan konsumen terhadap toko kita, sehingga mereka akan memposisikan diri sebagai pelanggan setia tanpa mereka sadari. Kita sebagai pengelola jangan hanya mementingkan uang dan penjualan, tetapi sapaan selamat pagi / siang/ malam, ucapan selamat datang, dan terima kasih dapat mejadikan suasana lebih akrab. Jangan sekali-kali mengucapkan “barang tidak ada” tetapi jawablah dengan “ maaf..barang baru saja habis” atau “barang tersebut akan segera tersedia disini”. Ciptakan suasana lebih akrab dengan obrolan singkat tentang keadaan saat itu, tetapi jangan pula terlalu berlebihan, karena akan mengganggu konsumen yang sedang terburu-buru.

  1. Berikan pelayanan optimal setiap saat

Selalu memberikan pelayanan terbaik, apapun kondisinya akan memberikan nilai lebih di hati konsumen. Sebagai contoh pembelian gas/galon/beras pelayan toko dapat mengambilkan/membantu mengangkat barang sampai di kendaraan konsumen, atau memberikan layanan antar. Contoh lainnya mungkin juga pada toko yang memberikan layanan online/via telp, jangan sekali-kali mengatakan “maaf..sepertinya tidak ada yang mengantar” tetapi jawablah dengan halus “secepatnya karyawan kami akan mengantarkan pesanan Anda” kemudian bersegeralah mengutamankan mengantar pesanan tersebut. Pelayanan yang optimal ini merupakan strategi “menjemput bola” yang efektif.

  1. Perlakuan yang wajar dan merata kepada semua konsumen

Bersikaplah adil pada semua konsumen, jangan membeda-bedakan konsumen baik yang berbelanja hanya ratusan rupiah hingga yang ratusan ribu rupiah, dari semua golongan dan semua lapisan. Jangan terkecoh dengan penampilan konsumen yang belum tentu menunjukkan keadaan yang sebenarnya. Jadi, bersikaplah wajar dan merata pada semua konsumen.

  1. Berikan harga bersaing – tidak latah menaikkan harga

Harga selalu bersaing dengan toko sekitarnya. Harga murah belum tentu bersaing, jadi jangan menganggap barang kita selalu paling murah tetapi perhatikan harga pasaran. Apabila terjadi harga naik, jangan latah ikut menaikkan harga kecuali memang harus naik secara margin, dan cari tahu alasannya sehingga kita dapat menjelaskan kepada konsumen.

  1. Memberikan uang kembalian dengan baik

Selalu siapkan uang receh untuk kembalian. Kelihatannya ini hal sepele, tetapi hal ini dapat membuat konsumen kecewa. Jangan menolak uang pelanggan karena berbelanja dengan pecahan uang terlalu besar, tetapi tetap berikanlah kembalian dengan pecahan yang sewajarnya (tidak dengan pecahan kecil / recehan), serta jangan biarkan konsumen menunggu terlalu lama hanya untuk menunggu uang kembalian. Biasakan selalu ke bank terdekat untuk menukar uang dalam pecahan tertentu, jangan menunggu pecahan uang dari konsumen.

  1. Menghadapi dan menyelesikan keluhan dengan tuntas

Tetaplah tersenyum walaupun keluhan dan omelan kekecewaan konsumen datang tanpa diduga. Ajak konsumen berkomunikasi untuk mengetahui keinginan dan harapan mereka, dan biasakan untuk meminta maaf walaupun mungkin itu bukan kesalahan anda. Berikan penghargaan dalam bentuk apapun untuk mengobati kekecewaan konsumen. Dan Ingat! Buatlah daftar keluhan sebagai bahan pembelajaran untuk menghidari kesalahan yang sama di kemudian hari.

  1. Mengahadapi pengutang dengan bijak

Menghadapi pengutang dengan bijaksana. Pegang prinsip “minimalkan jumlah konsumen yang membeli barang dengan hutang”. Walaupun konsumen yang berhutang tidak mungkin dihilangkan dari roda usaha anda.  Lakukan seleksi ketat bagi mereka yang layak mendapat fasilitas hutang, misalnya pelanggan setia.

Lakukan penagihan hutang dengan tips berikut :

  • Pertimbangkan situasi dan kondisi yang tepat, misalnya tidak didepan konsumen lain
  • Jika pelanggan lupa atau pura-pura lupa, maka kunjungi rumahnya untuk membicarakannya dengan sopan.
  • Menagih menggunakan surat kecil / memo
  • Berikan plafon (batas) jumlah rupiah yang dapat dibayar kemudian
  1. Jadilah pusat informasi

Jadikan toko anda sebagai pusat informasi bagi masyarakat sekitar. Jadilah mediator dan informator antar sesama konsumen, dan bersiap untuk direpotkan di luar urusan belanja, misalnya menanyakan alamat seseorang, lokasi kelurahan, kantor pos, ATM, atau lokasi jalan. Bila perlu siapkan papan pengumuman sebagai media komunikasi. Namun jangan terlalu larut dengan urusan mereka, sebab fungsi utama anda adalah menjalankan usaha.

  1. Memberi dan menerima

Setiap orang pada dasarnya senang menerima hadiah. Pada saat-saat tertentu anda perlu memanjakan pelanggan dengan hadiah/bingkisan, bukan perkara besar/kecil hadiah tetpai nilai psikologis dari penghargaan tersebut. Lakukan seleksi dengan berbagai pertimbangan untuk mentukan siapa saja yang berhak mendapatkannya. Manfaatkan tambahan diskon dari supplier anda untuk memberikan diskon kepada pelanggan.

  1. Melakukan interaksi dengan lingkungan

Buka mata dan telinga terhadap lingkungan sosial sekitar untuk menyerap perkembangan informasi secara proporsional sehingga siap menghadapi setiap perubahan. Kembangkan sikap peduli sesama, hindari sikap eksklusif. Berbaurlah dengan masyarakat sekitar, tunjukkan bahwa anda merupakan bagian dari dari mereka karena tanpa dukungan masyarakat dan pelanggan keberadaan toko anda tidak ada artinya.

  1. Moral dan akhlak yang terjaga

Jangan mudah puas dalam melayani pelanggan, karena itulah awal dari masalah yang akan anda hadapi kelak. Jangan memandang rendah bahkan mendiskreditkan toko lain kepada konsumen anda, tetapi terus lakukan interospeksi dan evaluasi atas pelayanan yang sudah dilakukan karena belum tentu bentuk pelayanan yang saat ini sesuai untuk masa yang akan datang. Selain itu selalu jagalah sikap jujur dan rendah hati, serta jangan lupa berdoa kepadaNya, sebab tanpa dukungan dan ridhoNya apapun usaha dan upaya untuk meningkatkan usaha anda akan sia-sia.

Beberapa panduan mengelola toko kelontong modern diatas tidak dapat berjalan dengan maksimal tanpa didukung oleh tampilan dan tatanan barang dagangan yang menarik. Untuk membantu anda mewujudkannya, percayakan desain dan produksi rak toko kelontong anda pada Sentra Rak yang telah berpengalaman menangani produksi rak gondola untuk perusahaan ritel besar di Indonesia. Anda dapat memesan rak dengan berbagai desain, warna, dan ukuran yang dapat  disesuaikan dengan brand toko kelontong modern anda.

 

 

 

 

Sumber : Susu Bendera. 2001. Tips dan Taktik mengelola toko. Jakarta : Susu Bendera Press

Foto       : BBC NEWS

 



WhatsApp chat